Selasa, 07 Mei 2013

perbedaan konseling dan psikoterapi

Konseling adalah proses wawancara tatap muka antara dua orang (konselor dan klien) yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada klien, sehingga klien dapat  menyelesaikan permasalahannya dan lebih berkembang dalam kehidupan sekarang dan masa depannya.

Sedangkan psikoterapi ialah pengobatan penyakit dengan cara kebatinan atau penerapan teknis khusus pada penyembuhan penyakit mental atau pada kesulitan-kesulitan penyesuaian diri setiap hari, atau penyembuhan lewat keyakinan agama dan diskusi personal dengan para guru atau teman
Konseling ditandai oleh jangka waktu yang lebih singkat, lebih sedikit waktu pertemuannya, lebih banyak melakukan evaluasi psikologis, lebih memperhatikan masalah sehari-hari klien, lebih memfokuskan pada aktivitas kesadaran, lebih memberikan nasihat, kurang berhubungan dengan transferens, lebih menekankan pada situasi yang riil, lebih kognitif dan berkurang intensitas emosi, lebih menjelaskan atau menerangkan dan lebih sedikit kekaburannya.

Brammer & Shostrom (1977) mengemukakan bahwa :
  1. Konseling ditandai oleh adanya terminology seperti : “educational, vocational, supportive, situational, problem solving, conscious awareness, normal, present-time dan short term”
  2. Sedangkan psikoterapi ditandai oleh : “supportive (dalam keadaan krisis), reconstructive, depth emphasis, analytical, focus on the past, neurotics and orther severe emotional problems and longterm.

Perbedaan antara konseling dan psikoterapi adalah:
Konseling
  1. Berpusat pandang masa kini dan masa yang akan datang melihat dunia klien.
  2. klien tidak dianggap sakit mental dan hubungan antara konselor dan klien itu sebagai teman yaitu mereka bersama-sama melakukan usaha untuk tujuan-tujuan tertentu, terutama bagi orang yang ditangani tersebut.
  3. konselor mempunyai nilai-nilai dan sebagainya, tetapi tidak akan memaksakannya kepada individu yang dibantunya konseling berpusat pada pengubahan tingkah laku, teknik-teknik yag dipakai lebih bersifat manusiawi.
  4. konselor bekerja dengan individu yang normal yang sedang mengalami masalah.

Psikoterapi:
  1. Berpusat pandang pada masa yang lalu-melihat masa kini individu
  2. klien dianggap sakit mental.
  3. klien dianggap sebagai orang sakit dan ahli psikoterapi (terapis) tidak akan pernah meminta orang yang ditolongnya itu untuk membantu merumuskan tujuan-tujuan.
  4. Terapis berusaha memaksakan nilai-nilai dan sebagainya itu kepada orang yang ditolongnya.
  5. Psikoterapis berpusat pada usaha pengobatan teknik-teknik yang dipakai adalah yang telah diresepkan,
  6. terapi bekerja dengan “dunia dalam” dari kehidupan individu yang sedang mengalami masalah berat, psikologi dalam memegang peranan.

Senin, 08 April 2013

pengertian psikoterapi

Psikoterapi berasal dari dua kata psyche: mind/jiwa. theraphy: merawat, mengobati, menyembuhkan. jadi psikoterapi adalah serangkaian metode berdasarkan ilmu-ilmu psikologi yang digunakan untuk mengatasi gangguan jiwa atau mental seseorang. 

psikoterapi adalah suatu interaksi sistematis antara klien dan terapi yang menggunakan prinsip-prinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku, pikiran, dan perasaan klien supaya membantu klien mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu. 

Orang yang melakukan psikoterapi dinamakan psikoterapist. seorang psikoterapis bisa dari kalangan dokter, psikolog, atau orang dari latar belakang apa saja yang mendalami ilmu psikologi dan mampu melakukan psikoterapi. Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara dua pihak atau lebih, yaitu klien dan terapis yang bertujuan untuk memperbaiki keadaan yang dikeluhkan oleh klien. 

Ada banyak metode psikoterapi yang diterapkan diantaranya psikoanalisis, terapi gestalt, body-oriented psychotheraphy, CBT, behaviour theraphy, expressive theraphy, laughter theraphy, self programming, spiritual theraphy, neurofeedback, dan masih banyak lagi.

Psikoterapi didasarkan pada fakta bahwa aspek-aspek mental manusia seperti cara berpokit, proses emosi, persepsi, believe system, kebiasaan dan pola prilaku bisa diubah dengan pendekatan psikologis. tujuan psikoterapi antara lain: 
·         Menghapus, mengubah atau mengurangi gejala gangguan psikologis.
·         Mengatasi pola perilaku yang terganggu.
·         Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian yang positif.
·         Memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar.
·         Menghilangkan atau mengurangi tekanan emosional.
·         Mengembangkan potensi klien.
·         Mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.
·         Memodifikasi struktur kognisi (pola pikiran).
·         Memperoleh pengetahuan tentang diri / pemahaman diri.
·         Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan interaksi sosial.
·         Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan.
·         Membantu penyembuhan penyakit fisik.
·         Meningkatkan kesadaran diri.
·         Membangun kemandirian dan ketegaran untuk menghadapi masalah.
·         Penyesuaian lingkungan sosial demi tercapai perubahan dan masih banyak lagi

tiga ciri utama psikoterapi:
dari segi proses: berupa interaksi dua pihak, bersifat formal, profesional, legal, menganut kode etik psikoterapi
dari segi tujuan: untuk mengubah kondisi psikologis seseorang, mengatasi masalah, psikologis atau meningkatkan potensi psikologi yang sudah ada.
dari segi tindakan: seorang psikoterapis melakukan tindakan terapi berdasarkan ilmu psikologi modern yang sudah teruji efektivitasnya

Kamis, 03 Januari 2013

multikulturalisme

Multikulturalisme berasal dari sua kata. Multi yang berarti banyak dan cultural yang berarti kebudayaan. jadi secara epistemologis dapat diartikan sebagai keberagaman budaya. Budaya yang harus dipahami adalah bukan budaya dalam arti sempit, melainkan harus dipahami sebagai dialektika manusia terhadap kehidupannya. Dialektika ini akan melahirkan banyak wajah seperti sejarah, pemikiran, budaya verbal, bahasa, dan lain-lain. 

Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia ataupun kebijakan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka anut.

Menurut Azyumardi Azra (2007), Multikulturalisme adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitasm dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan bermasyarakat. Multikultural dapat dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik.

Jenis multikulturalisme:
1. Multikulturalisme isolasionis, mengacu pada masyarakat dimana berbagai kelompok kultural menjalankan hidup secara otonom dan terlibat dalam interaksi yang hanya minimal satu sama lain. 
2. Multikulturalisme akomodatif, yairu masyarakat yang memiliki kultur dominan yang membuat penyesuaian dan akomodasi-akomodasi tertentu bagi kebutuhan kultur kaum minoritas. Masyarakat ini merumuskan dan menerapkan undang-undang, hukum, dan ketentuan yang sensitif secara kultural dan memberikan kebebasan kepada kaum minoritas untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan mereka. begitupun sebaliknya.
3. Multikulturalisme otonomis, taitu masyarakat pkural dimana kelompok kultural utama berusaha mewujudkan kesetaraan dengan budaya dominan dan menginkan kehidupan otonom kerangka politik yang secara kolektif dapat diterima. perhatian pokok kultural ini adalah untuk mempertahanlan cara mereka hidup, yang memiliki hak yang sama dengan kelompok dominan, mereka menantang kelompok dominan dan berusaha menciptakanb suatu masyarakay dimana semua kelompok dapat eksis dengan sejajar. 
4. Multikulturalisme kritikal atau interaktif, yakni8 masyarakat plural dimana kelompok kultural tidak terlalu terfokus dengan kehidupan kultural otonom tetapi lebih membentuk penciptaan kolektif yang mencerminkan dan menegaskan perspektif distingtif mereka. 
5. multikulturalisme kosmopolitan, berusaha menghapus batas kultural sama sekali untuk menciptakan masyarakay dimana setiap individu tidak lagi terikat dengan budaya tertentu dan mengembangkan kehidupan kultural masung-masing. 

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Multikulturalisme

akulturasi psikologis

Akulturasi ialah proses sosial yang tibul ketika kebudayaan suatu kelompok dihadapkan dengan kebudayaan asing. Kemudian kebudayaan asing ini lambat laun diterima dan diolah dalam kebudayaan sendiri tanpa menghilangkan kebudayaan sendiri. 

Menurut Arnold M. Rose (1957) "The adoption by a person or group of the culture of another social group", di adopsi oleh seseorang atau kelompok dari kelompok sosial budaya lain. Sedangkan menurut Garbarino (1983), "acculturation is the process of culture change as a result of long term, face to face contact between 2 societies", Akulturasi adalah proses perubahan budaya sebagai akibat jangka panjang tatap muka kontak antara dua masyarakat yang berbeda.

Psikologi adalah sebuah ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai perilaku dan kognisi manusia. Psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno, psyche yang berarti jiwa, dan -logia yang berarti ilmu. sehingga menurut epistemologis dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang jiwa. 

Menurut Muhibin Syah (2001), Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi bicara, dudukm berjalan dan lainnya. sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan, dan lain-lain. 

Jadi akulturasi psikologis adalah suatu proses yang timbul ketika suatu kelompok manusia dengan perilaku tertentu7 dihadapkan dengan unsur dari kebudayaan asing. kebudayaan asing tersebut lambat laun diterima dan diolah dalam perilakunya sendiri tanpa menyebabkan hilagnya unsur budaya kelompok sendiri. secara singkat dikatakan terdapat perpaduan perilaku sendiri dengan perilaku asing tanpa menghilangkan perilaku kelompo sendiri. 

Seperti contohnya mahasiswa yang merantau, lambat laun ia akan secara psikologis mengikuti perilaku orang-orang dimana tempat ia menetap seperti pola fikir, dan perilaku, namun tidak membuat ia terlihat seperti orang asli di daerah tersebut. 

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/akulturasi
http://id.wikipedia/wiki/psikologi
http://secanomi.blogspot.com/2012/11/akulturas-dan-relasi-interkultural.html
http://bknpsikologi.blogspot.com/2010/11/akulturasi-dan-enkulturasi.html






Jumat, 02 November 2012

akulturasi dan relasi interkultural

akulturasi ialah suatu proses sosial yang timbul manakala kebudayaan suatu kelompok dihadapkan dengan kebudayaan asing. kemudian kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah dalam kebudayaan sendiri tanpa menghilangkan budaya sene generasi. diri. sedangkan menurut Koentjaraningrat (2005) mengatakan bahwa akulturasi merupakan istilah yang dalam antropologi memiliki banyak makna menyangkut proses sosial mengenai dua kebudayaan.

relasi interkultural atau komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang terjadi antara orang-orang yang memiliki perbedaan budaya. kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang yang dianut oleh sekelompok orang serta berlangsung dari generasi ke generasi. Kim Gudykunt (dalam Atsuko, 2002) mendifinisikan komunikasi interkultural sebagai abstrak dan aktifitas terpadu dalam komunikasi yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda. sedangkan Yasshiro dkk (1998) menjelaskan bahwa komunikasi interkultural yang ideal digambarkan bila orang-orang yang terlibat dalam komunikasi melakukan interpretasi makna pesan, pengumoulan informasi, dan melakukan oertukaran informasi untuk saling menghormati dan bekerja sama agar saling menguntungkan.

apapun definisi yang ada tentang komunikasi antar budaya (intercultural communication) menyatakan bahwa komunikasi anatr budaya terjadi apabila ada 2 budaya yang berbeda, kemudian budaya itu melakukan komunikasi.

interkultural itu sendiri dilakukan dengan berbagai cara, yakni:
1. dengan negosiasi untk melibatkan manusia dalam pertemuan antar budaya yang membahas suatu tema (yang disampaikan melalui simbol) yang sedang dipertentangkan.
2. melalui pertukaran sistem simbol tergantung dari persetuan subyek yang terlibat dalam komunikasi.
3. sebagai pembimbing prilaku yang tidak terpogram namun bermanfaat karena memiliki pengaruhterhadap prilaku kita.
4. menunjukkan fungsi sebuah kelompok sehingga kita dapat membedakan diri dari kelompok lain dan mengidentifikasi berbagai cara.

akulturasi dan relasi interkultural memiliki relasi yang saling berpengaruh. akulturasi dapat terwujud dengan aanya relasi interkultural. proses penerimaan budaya ini tidak akan berhasil tanpa adanya komunikasi antar orang yang berbeda budaya. proses komunikasi ini akan saling mempengaruhi antar satu budaya dengan budaya lainnya sehingga mengakibatkan akulturasi.

referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/akulturasi
http://id.wikipedia.org/wiki/komunikasi_antarbudaya

Selasa, 09 Oktober 2012

tranmisi budaya dan biologis serta awal perkembangan dan pengasuhan

Budaya adalah cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang  dan diwariskan dari generasi sebelumnya yang terbentuk dari berbagai unsur rumit. Bahasa merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang yang cenderung menganggapnya warisan secara genetis. Mewariskan budaya dari generasi ke generasi melalui sebuah kegiatan pengiriman atau penyebaran kebiasaan atau adat istiadat yang sulit diubah disebut dengan transmisi budaya.

Transmisi budaya merupakan sebuah proses penyampaian suatu pesan yang ada sejak dulu mengenai suatu hal yang merupakan sebuah kebiasaan dari generasi ke generasi. Oleh sebab itu keterkaitan antara biologis dengan transmisi budaya sangat besar, dimana bila sebuah budaya masiih dapat terjaga sampai saat ini juga dikarenakan faktor biologis tiap individu.
 
terdapat 3 macam transmisi budaya:
 
a. Sosialisasi. 
Sosialisasi adalah proses pemasyarakatan, yaitu proses yang terjadi apabila individu dari masa kanak-kanak sampai dewasa, berkembang, berhubungan, mengenal, dan menyesuaikan diri dengan individu lain dalam bermasyarakat. menurut Soerjono Soekanto, sosialisasi adalah proses dimana anggota masyarakat baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat dimana ia menjadi anggota.
Sosialisasi mempengaruhi perkembangan psikologi individu ketika anak menelusuri perkembangannya pada dasar integrasi dan interaksi ini faktor intelektual dan emosional mengambil peranan penting. proses tersebut mendudukan anak-anak sebagai insan yang secara aktif melakukan proses sosialisasi. 
 
 b. Enkulturasi. 
Elkulturasi adalah proses penerusan dari generasi ke generasi berikutnya selama hidup individu dimulai dari institusi keluarga terutama ibu. Enkulturasi mengacu pada proses dimana budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya, Budaya ditransmisikan melalui proses belajar, bukan melalui gen.
Enkulturasi mempengaruhi perkembangan psikologi individu melalui proses belajar dan penyesuaian alam pikiran dan sikap individu dengan sistem norma, adat, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaan. 

c. Akulturasi. 
Akulturasi adalah proses yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun akan diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Mengacu pada proses dimana budaya dapat dimodifikasi dengan kebudayaan lain.
 Akulturasi mempengaruhi perkembangan psikologi individu melalui suatu proses sosial yang timbul manakala sekelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Alkulturasi terjadi sekelompok orang asing yang berangsur-angsur mengikuti cara atau peraturan di dalam lingkungan orang Indosia
 
Transmisi budaya terjadi sesuai dengan pegembangan dan pengasuhan yang terjadi pada masing-masing individu dimana proses seperti enkulturasi ataupun akulturasi yang mempengaruhi perkembangan psikologis individu tergantung pada bagaimana individu mendapat pengasuhan dan bagaimana lingkungan yang diterima, Individu tidak mampu berdiri sendiri, melainkan memiliki hubungan dengan sesamanya. dengan demikian dalam hidup dan kehidupan manusia selalu mengadakan kontak dengan manusia lain, karena manusia merupakan makhluk sosial yang hidup dalam bermasyarakat. 

pengertian dan tujuan dari psikologi lintas budaya serta hubungannya dengan disiplin ilmu lain

Definisi dan Tujuan

Psikologi lintas budaya adalah kajian mengenai persamaan serta perbedaan dalam fungi individu secara psikologis dalam berbagai budaya dan kelompok etnik. Tidak hanya itu, psikologi lintas budaya juga mengenai hubungan-hubungan antara perubahan psikologis dan sosio-budaya,ekologis, dan perubahan biologis, serta mengenai perubahan-perubahan yang berlangsung dalam perubahan-perubahan tersebut.

Seggal, Dasen,dan Poortiga (1990) menjelaskan bahwa psikologi lintas budaya adalah kajian ilmiah mengenai prilaku manusia dan penyebarannya sekaligus memperhitungkan cara prilaku itu dibentuk, dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Menurut Brislin, Lonner, dan Thorndike (1973) menyatakan bahwa psikologi lintas budaya ialah kajian empirik mengenai anggota berbagai kelompok budaya yang telah memiliki perbedaan, yang dapat membawa ke arah perbedaan prilaku yang dapat diramalkan san signifikan.

Tujuan dari mempelajari psikologi lintas budaya adalah untuk melihat manusia dan perilakunya menghadapi kebudayaan yang beragam di sekitar kita. Untuk melihatnya bisa diidentifikasikan dengan melihat bagaimana budaya berdampak pada perilaku, kehidupa, keluarga, pendidikan, pengalaman sosial dan lain-lain.


Hubungan dengan Disiplin Ilmu Lain

a. Hubungan dengan ilmu sosiologi
Hubungan psikologi lintas budaya dengan ilmu sosiologi adalah melihat persamaan  dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik yang berada dalam kehidupan bermasyarakat.

b. Hubungan dengan ilmu ekologi
Hubungan psikologi lintas budaya dengan ilmu ekologi adalah melihat persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik berdasarkan interaksi antara organisme dengan lingkungannya.  

c. Hubungan dengan ilmu biologi
Hubungan psikologi lintas budaya dengan ilmu biologi adalah melihat persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik dengan berdasarkan mempelajari askpek kehidupan fisik makhluk hidup. 


Perbedaan dengan Psikologi Indigenous, Psikologi Budaya, dan Antropologi

a.Perbedaan dengan psikologi indigenous
 Psikologi indigenous dapat didefinisikan sebagai pandangan psikologi asli pribumi dan memiliki pemahaman mendasar pada fakta-fakta atau keterangan yang dihubungkan dengan fokus konteks kebudayaan setempat. Psikologi ini merupakan terobosan terbaru dalam dunia psikologi yang mana merupakan sesuatu untuk memahami manusia berdasarkan konteks kultural/budaya.Perbedaan psikologi lintas budaya dengan psikologi indigenous adalah psikologi lintas budaya berfokus pada isu, konsep, metode yang dikembangkan oleh komunitas ilmiah dari barat yang lebih banyak berpatokan pada Amerika dan Eropa Barat. Sedangkan psikologi indigenous lebih berfokus pada isu dan konsep yang mencerminkan kebutuhan dan realitas dari kebudayaan tertentu. 

b. Perbedaan dengan psikologi budaya
Psikologi budaya adalah studi tentang cara tradisi budaya dan praktek sosial yang meregulasikan, mengekspresikan, mentrasformasikan dan mengubah psikis manusia. Perbedaan antara psikologi lintas budaya dengan psikologi budaya adalah psikologi lintas budaya melihat persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikogis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik. Sedangkan psikologi budaya melihat bagaimana budaya dapat mentransformasikan dan mengubah psikis seseorang

c. Perbedaan dengan antropologi
Antropologi merupakan ilmu yang mempelajari manusia pada umumnya dengan melihat aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan. Perbedaan psikologi lintas budaya dengan antropologi adalah psikologi lintas budaya melihat persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik sedangkan antropologi melihat bagaimana manusia dalam suatu masyarakat melahirkan suatu kebudayaan.